Oleh: hardybreck | 26 Mei 2010

Mempertanyakan Seruan Merdeka

Situmbhu Kepper

Merdeka, apa yang ada dipikiran anda ketika mendengar kata tersebut? Hingga saat ini kata merdeka sering kita dengarkan ketika ada demonstrasi, kampanye ataupun rapat partai politik dan kegiatan konsentrasi massa lainnya yang berhubungan dengan kepentingan hidup warga negara. Kata ini sering diteriakkan untuk menggugah semangat orang-orang yang hadir dalam kegiatan tersebut. Jika menilik sejarah maka akan kita lihat bagaimana kata yang didengungkan semenjak negara bangsa ini dijajah telah mampu menggelorakan semangat perlawanan yang berujung pada pencapaian kemerdekaan Indonesia. Setiap akan memulai rapat, dalam berpidato, ataupun saat mengakhiri pertemuan, kakek nenek kita selalu meneriakkan kata merdeka. Keadaan tersebut mengakibatkan timbulnya satu energi emosional yang kuat. Energi yang mampu menembus batas-batas individual dan identitas lain yang dimilikinya seperti suku, budaya dan bahkan keyakinan. Satu kata yang bermuara pada satu tujuan yang sama sehingga setiap individu merasa punya tanggung jawab untuk mewujudkannya dan pada akhirnya saling menyemangati untuk mencapai tujuan tersebut. Hingga akhirnya pencapaian tujuan tersebut melahirkan kita sebagai bangsa Indonesia yang dapat menikmati udara kebebasan sebagai manusia yang bermartabat.


Ketika saat ini kata tersebut diteriakkan dalam kegiatan organisasi, kelompok ataupun partai politik, tidakkah ada sesuatu yang aneh? Kita meneriakkan kata-kata penyemangat yang sudah tidak merupakan tujuan lagi. Mengapa kata atau kalimat yang diserukan tidak ‘Maju Indonesia’ agar bangsa ini mempunyai tujuan yang lebih tinggi setelah meraih kemerdekaannya sekian lama? Atau yang lainnya seperti ‘Berantas Korupsi’ agar tanggung jawab ini tidak hanya kita bebankan kepada KPK atau aparat Hukum lainnya yang kita ragukan ‘kebersihannya’. Apapun kata atau kalimat yang dipilih sebaiknya merupakan tujuan bersama sebagai bangsa dan merupakan langkah selanjutnya untuk mengisi kemerdekaan. Jadi ketika kata ‘Merdeka’ masih kita teriakkan hingga saat ini, apakah ini sebuah indikasi bahwa masih banyak jiwa-jiwa di negeri ini yang belum merdeka?

Maju Indonesia..!!

Iklan

Responses

  1. Merdeka!!!

    (lirik jam ternyata sudah siang 😀 )

    Ayo Bli Hardy, sumbangkan sesuatu untuk negeri ini.

    • Atau mati.. (lirik jam terus tidur lagi ;)) )

      Yah dimulai dari sini dulu, kecil-kecilan he he hee..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: