Oleh: hardybreck | 5 Agustus 2009

Mbah Surip, Seniman Konsisten yang ‘Inkosisten’

Hari ini sebuah kabar duka kembali datang dari dunia hiburan tanah air. Mbah Surip yang kondang lewat lagu ‘Tak Gendong’ berpulang kepada Sang Pemilik Kehidupan. Mendengar lagu yang diciptakan dan sekaligus dinyanyikan oleh Si Mbah mau tak mau kita pun ikut berdendang mengikuti nada-nada sederhana dan lirik-lirik yang kadang menggelitik namun merupakan kenyataan sehari-hari semisal dalam lagu bangun tidur. Selanjutnya saya tidak akan membahas tentang lagu-lagu Mbah Surip yang fenomenal, tetapi lebih ingin menyorot pilihan hidup yang beliau jalani hingga akhir hayatnya.

Santai dan tampil khas dengan tawa ngakak yang terlihat seperti dibuat-buat sudah jadi pandangan umum dari orang-orang kepada si Mbah. Dibalik itu semua mungkin sedikit dari kita yang tahu bahwa pilihan hidup yang dijalaninya tidak serta merta mengantarkan Mbah Surip mencapai ketenarannya seperti saat ini. Hidup terkatung-katung dan bergantung dari belas kasihan orang lain dirasakan beliau ketika memutuskan untuk menjadi seniman di Ibukota Republik Indonesia. Entah benar atau tidak hanya dia yang tahu apa yang dijalaninya, karena selama diwawancara oleh berbagai media jawaban yang diberikan tidak pernah sama. Rasa dongkol sudah pasti timbul dibenak para pemburu berita, tapi apa mau dikata inkonsistensi dalam memberikan jawaban sudah jadi ciri khas si Mbah untuk menghibur penggemarnya. Berkebalikan dengan sikapnya yang tidak pernah konsisten dalam menanggapi pertanyaan-pertanyaan media, kita melihat sosok sederhana yang sangat kuat dalam memegang prinsip hidupnya. Penampilan dan jenis musik yang dipilih beliau selalu konsisten sejak memutuskan untuk menjadi seniman. Sebuah pilihan yang patut diberikan apresiasi tinggi ditengah munculnya berbagai seniman musik yang penampilan dan idealisme bermusiknya tidak sejalan. Banyak seniman yang hanya mengejar popularitas dan materi semata tanpa mencoba memenuhi aliran musik yang diusungnya. Tampilan boleh sangar, tapi musik yang diusung memble dan mendayu-dayu. Saking ngetrendnya kondisi tersebut sampai-sampai muncul istilah Metal yang jika diuraikan malah jadi Melayu Total, sangat jauh dari arti sebenarnya yaitu salah satu aliran musik cadas :D. Bukan saya tidak suka dengan musik melayu, cuma kebanyakan lirik-lirik dan nada-nadanya yang  dekat dengan rasa pesimis membuat saya lebih menjatuhkan pilihan kepada lagu-lagu Mbah Surip yang simple dan kocak. Kembali pada konsistensi aliran bermusik, sudah banyak cerita dimana para seniman musik rela kabur dari pilihan aliran awalnya demi mendapatkan pundi-pundi rupiah yang lebih banyak. Satu dari sedikit seniman yang setia dengan pilihannya adalah Mbah Surip. Kesuksesan dan gelimang harta memang tidak datang seketika, tapi konsistensi dalam menjalankan pilihan musiknya telah mengantarkan Mbah Surip menjadi fenomena di ranah musik tanah air. Walaupun puncak kesuksesan hanya beliau nikmati dalam waktu singkat, tapi konsistensi akan pilihannya telah membuat beliau layak dikenang sebagai seorang pria, jauh lebih terhormat dari politisi-politisi busuk yang ingin menumpuk harta diatas rakyat pemilihnya yang melarat.

Akhir kata, selamat jalan Mbah Surip Semoga karya-karyamu abadi dan selalu menginspirasi kami untuk konsisten dengan jalan hidup yang dipilih. Tenanglah disisi-Nya Mbah, I Love You Full ha ha haa…

Iklan

Responses

  1. Haha. Nice post. Ada update terbaru bro. Entah konsisten ama fakta ato ngga 😀

    1.Mbah surip lahir tahun 1957. Kira2 seumuran bapak kita mungkin. Lah piye iki? Padahal kmren dia ngaku kelahiran 1949.??

    2.Trus brita lain, ktnya mbah surip jebolan teknik kimia. malah sempet nyicipin gelar Master & kerja di perusahaan minyak sebagai crew bor. bner ato ngga nya, wallahualam..

    3. Uang ringtonenya belum dibayar ma provider :p 4-6 milyar itu itungan omzet. entah brapa yg bakal masuk kantong pewaris mbah surip.

    4. Ternyata dia minum kopi bukan 2 kali sehari (@gelas besar) tapi 20 kali! sehari (@gelas besar) BUSEET. Pantesan item simbah 😀

    HA..HA..HA..HA.. (Sambil mangap). I LOVE (when girls naked) FULL 😀 HA..HA..HA..HA


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: